Transformasi Budaya Kerja Berbasis WFH

Sabtu 04 Apr 2026 - 14:30 WIB
Reporter : Bambang
Editor : Dahlia

Ini memperkuat kedaulatan energi nasional dalam jangka panjang bagi seluruh rakyat Indonesia.

Jika menggabungkan seluruh komponen penghematan, maka kebijakan WFH satu hari sepekan menghasilkan dampak efisiensi multisektor secara signifikan bagi APBN.

Sektor listrik, BBM, dan operasional gedung menyumbang angka cukup besar.

Secara kumulatif ada penghematan sebesar Rp2,08 triliun per tahun.

Angka ini tentu moderat dan bisa jauh lebih tinggi jika budaya kerja dikendalikan dalam protokol penghematan ketat.

Selain dampak finansial, efisiensi multisektor juga mencakup aspek lingkungan hidup.

Penurunan volume kendaraan di jalan raya secara otomatis menurunkan emisi karbon dan memperbaiki kualitas udara di kota besar.

Hal ini selaras dengan komitmen Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission atau nol emisi.

Penghematan anggaran dapat dialokasikan untuk program pembangunan manusia seperti sektor pendidikan dan kesehatan.

Kebijakan WFH satu hari sepekan bukan soal anjuran bekerja dari rumah, tetapi gerakan kolektif guna memangkas inefisiensi nasional.

Dengan dukungan teknologi, transformasi budaya kerja menjadi fondasi kokoh ekonomi.

Angka kalkulatif PLN dan Pertamina membuktikan bahwa dengan mengubah cara bekerja, kita menyelamatkan sumber daya negara.

Transformasi ini demi masa depan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia.
 
*) Dr Eko Wahyuanto, Akademisi dan Pengamat Kebijakan Publik

Kategori :