PLN Berhasil Manfaatkan dan Optimalkan FABA PLTU

Senin 02 Mar 2026 - 20:30 WIB
Reporter : Sefti
Editor : Diansyah

Seiring masifnya pemanfaatan FABA sebagai limbah non-B3, timbunan FABA di ash yard menunjukkan tren penurunan sejak 2023.

“Kondisi ini menunjukkan pengelolaan FABA PLN semakin terintegrasi dan berkelanjutan, sekaligus memastikan tidak ada lagi penumpukan residu pembangkitan yang berpotensi berdampak pada lingkungan,” ujar Darmawan.

Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo menjelaskan, saat ini pemanfaatan FABA PLN Group juga telah memberikan kontribusi nyata terhadap penurunan emisi gas rumah kaca. 

BACA JUGA:BSI Naik Kelas Jadi BUMN dengan Kinerja Solid

BACA JUGA:BSI Resmi Naik Kelas Jadi Persero, Fokus Pembiayaan Konsumer & Ritel

Hingga Desember 2025, total pengurangan emisi dari pemanfaatan FABA mencapai 166.472 ton CO2. Berasal dari substitusi semen, subgrade/lapisan dasar jalan, beton pracetak, dan beton ready mix.

Selain sektor infrastruktur, FABA juga telah dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan lain, seperti penetralisir air asam tambang dan pembenah tanah yang mendukung sektor pertanian.

Di sektor pertambangan, PLN melalui PLTU Ombilin juga bekerja sama dengan perusahaan tambang di Sumatera Barat dalam pemanfaatan FABA.

BACA JUGA:BSI Naik Kelas Jadi BUMN dengan Kinerja Solid

BACA JUGA:BSI Resmi Naik Kelas Jadi Persero, Fokus Pembiayaan Konsumer & Ritel

Hingga Desember 2025, total 251.406 ton FABA PLTU Ombilin telah dimanfaatkan sebagai penetralisir air asam tambang.

Bukan hanya itu, PLN Group juga bekerja sama dengan 22 perusahaan batching plant (industri pembuat beton cair siap pakai) yang memanfaatkan FABA dari 13 PLTU.

PLTU Tanjung Jati B menjadi unit dengan pemanfaatan terbesar untuk skema ini, yakni mencapai 140.436 ton, yang dimanfaatkan oleh lebih dari 15 perusahaan batching plant.

BACA JUGA:Pemkab Banyuasin Raih Penghargaan UHC Kategori Madya Tahun 2026 di Tingkat Nasional

BACA JUGA:PLN UIP Sumbagsel Bangun Budaya Hidup Sehat dan Solidaritas Sosial

 “Dengan hadirnya SNI 9387:2025, kini pemanfaatan FABA semakin luas, aman, dan memiliki pedoman yang jelas. Ini membuka peluang baru, tidak hanya menjaga lingkungan dan menjadi solusi atas pengelolaan limbah, namun juga mendukung peningkatan produktivitas pertanian nasional secara berkelanjutan,” ujar Rizal.

Kategori :