“Risiko kredit perbankan di Sumsel masih perlu mendapat perhatian. Aktivitas transaksi pasar saham cukup menggeliat, namun di sektor fintech, jumlah masyarakat yang meminjam masih lebih tinggi dibanding yang menabung,” jelas Arifin.
Ia juga menyoroti meningkatnya kejahatan keuangan dan isu keamanan siber. Sepanjang 2025, IASC menerima lebih dari 274 ribu laporan terkait kejahatan keuangan dan serangan siber.
Selain itu, Arifin menyampaikan bahwa program kerja TPAKD Sumsel sepanjang 2025 berjalan baik, termasuk program Aksi Pangan serta Sultan Muda Sumsel yang bertujuan mendorong inklusi keuangan masyarakat.
BACA JUGA:Ribuan Muslim Ikuti Palembang Bersholawat
BACA JUGA:Perkuat Kolaborasi Pengentasan Kawasan Kumuh
“Di tahun 2026, kita menghadapi sejumlah dinamika seperti pengembangan komoditas dan sektor produktif, transformasi digital, risiko keamanan siber, serta konsolidasi industri jasa keuangan,” ujarnya. (cep/nik)